Jakarta – Pimpinan Perjuangan (DPP) PDIP, yang dipimpin oleh Puan Maharani, mengindikasikan akan ada pengumuman penting terkait penunjukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru, yang akan diambil keputusan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Belum dipastikan apakah Megawati akan memilih nama pengganti atau tetap menunjuk Hasto Kristiyanto.
Puan Maharani menyampaikan hal tersebut, dengan menekankan bahwa akan ada kejutan yang akan diumumkan. Pernyataan ini muncul menyusul amnesti yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan pembebasan Hasto Kristiyanto dari tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Jumat.
Saat ini, jabatan Sekjen PDIP diemban secara bersamaan oleh Megawati Soekarnoputri, sebagaimana diumumkan setelah Kongres VI PDIP di Bali pada hari Sabtu.
Dalam kesempatan yang sama, Puan juga menanggapi pertanyaan dari media mengenai potensi kader PDIP yang akan berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Puan Maharani menyatakan bahwa kader yang tidak lagi ingin melanjutkan perjuangan dengan PDIP diizinkan untuk meninggalkan partai tersebut.
“Jika seseorang atau beberapa orang, termasuk tiga orang, merasa tidak lagi memiliki keinginan untuk berada di PDI Perjuangan, mereka diundang untuk keluar,” ujar Puan Maharani.
Tiga mantan kader PDIP, Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto (mantan anggota DPRD Solo), telah bergabung dengan PSI.
PSI telah melakukan perubahan nama dan logo menjadi Partai Super Tbk setelah Kongres yang memilih Kaesang Pangarep sebagai Ketum periode 2025-2030 di Solo pada tanggal 19-20 Juli lalu. Presiden Joko Widodo juga turut hadir dalam kongres tersebut dan diperkirakan akan menjadi Dewan Pembina PSI.
Partai yang sebelumnya menggunakan lambang mawar, kini telah berganti logo menjadi gajah dengan kepala berwarna merah.





