By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
My IndonesiaMy IndonesiaMy Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Analysis
  • Contact
Reading: Ibu Dua Anak Mengaku Dilecehkan Dokter di RSUD Bekasi, Sang Dokter Akui Diperas
Share
Font ResizerAa
My IndonesiaMy Indonesia
  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Categories
    • Nasional News
    • Internasional
    • Sport
    • Analysis
  • Contact
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Ibu Dua Anak Mengaku Dilecehkan Dokter di RSUD Bekasi, Sang Dokter Akui Diperas
Nasional News

Ibu Dua Anak Mengaku Dilecehkan Dokter di RSUD Bekasi, Sang Dokter Akui Diperas

dimas
Last updated: June 19, 2025 9:02 pm
dimas
Published: June 19, 2025
Share
Generated by Photo Mate for Android - 11.2
SHARE

Seorang ibu dengan dua anak, M (29 tahun), menyampaikan bahwa ia menjadi korban tindakan tidak pantas oleh seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Kejadian ini bermula setelah ia diminta untuk turut serta dalam membuat laporan medis palsu yang kemudian mengarah pada pertemuan di dalam mobil dengan tujuan yang tidak etis.

“Dulu saya berada di apotek rumah sakit dan kemudian terus diikuti olehnya. Tiba-tiba ia berbisik, ‘kamu tunggu di mobil ya’,” kata korban di Cikarang, Kamis (19/6/2025).

Ia mengungkapkan bahwa perbuatan tidak pantas ini dimulai pada akhir tahun 2023 ketika ia pertama kali mendampingi ayahnya untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit daerah tersebut. Setelah pemeriksaan, oknum dokter tersebut meminta nomor teleponnya.

Demi mendapatkan nomor telepon, oknum dokter tersebut mengajukan diagnosis palsu terkait penyakit yang diderita ayah korban, yang disebut menderita masalah paru-paru. Karena terkejut dan khawatir, korban akhirnya memberikan nomor telepon genggamnya kepada oknum tersebut.

“Ia mengatakan bahwa ayah saya memiliki tumor, dan karena spontan saya merasa kaget,” ucapnya. “Karena ia menyebutkan kata ‘tumor’, sedangkan pemeriksaan yang dilakukan pada ayah saya hanya berfokus pada masalah paru-paru. Saya memberikan nomor saya, dan tak lama kemudian dokter itu mengirimkan pesan melalui WhatsApp yang menyatakan bahwa ia telah berbohong.”

Selanjutnya, oknum dokter tersebut seringkali menghubungi korban dan percakapan mereka berlanjut hingga mencapai tingkat yang tidak pantas. Korban kemudian diminta untuk membuat laporan medis palsu tentang sakit perut, yang diyakini membutuhkan pemeriksaan USG. Karena penolakan tersebut, korban kembali diarahkan oleh dokter untuk mengikuti instruksinya ke dalam mobil.

“‘Nanti kamu ke ruangan USG,’ katanya. Saya pikir itu tidak mungkin, seseorang mengeluhkan sakit perut namun justru mengakuinya. Lalu ia berkata, ‘sudah, kamu ke sini saja ke mobil nanti saya berikan uang Rp 200 ribu.’ Saya setuju, karena merasa tidak tahu harus berbuat apa,” ucapnya. “Ada pesan WhatsApp-nya itu, saya simpan.”

Pesan-pesan dan ajakan dokter tersebut membuat korban merasa khawatir dengan keselamatannya. Korban menyatakan bahwa oknum dokter sempat berusaha menghilangkan bukti dengan menghapus pesan melalui WhatsApp. Namun, korban telah menyimpannya dengan cara mengambil tangkapan layar (screenshot).

“Saya yakin bahwa jika saya mengikuti instruksinya, saya akan mengalami sesuatu yang buruk. Saya terkejut seorang dokter bisa bertindak seperti itu. Ia mencoba menghapus pesan WhatsApp-nya, tetapi saya sudah mengambil screenshot-nya,” ucapnya.

Perbuatan tidak pantas ini telah dilaporkan kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah hingga dilakukan mediasi. Namun, korban mengaku tidak pernah mendapatkan keadilan.

“Mediasi juga tidak memberikan kelanjutan. Bahkan, permintaan maaf pun tidak pernah datang. Saat mediasi, tidak ada permintaan maaf,” kata dia.

Setelah sempat bungkam, kejadian ini kemudian diungkap oleh pihak keluarga korban kepada Wakil Bupati Asep Surya Atmaja saat melakukan kunjungan ke RSUD Cabangbungin, akhir pekan lalu. Ia berharap dokter tersebut dapat ditindak secara tegas. “Saya meminta agar dokter tersebut ditindak tegas. Jika bisa menyakiti saya, ia bisa menyakiti orang lain juga,” ucapnya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon, dokter yang dimaksud membantah telah melakukan tindakan tidak pantas. Ia mengaku telepon genggam miliknya hilang sehingga tidak merasa mengirim pesan bernada tidak pantas seperti yang dituduhkan.

“Itu kan saya tidak tahu. Waktu itu handphone saya hilang. Selama satu atau dua hari, saya tidak menggunakan handphone. Nomor telepon saya tidak aktif. Kemudian setelah itu muncul cewek, tiba-tiba datang ke RSUD. Lalu setelah itu dia bilang, ‘dokter ini chatting-chatting saya, chatting apa?’ Saya tidak tahu,” ucapnya.

Alih-alih mengakui perbuatannya dan bertanggung jawab, R justru mengaku diperas oleh pengacara. “Kemudian ujung-ujungnya dia bawa pengacara segala macam, meminta Rp 100 juta. Terus saya bilang, saya tidak akan memberikan Rp 100 juta atau bahkan satu rupiah pun. Karena handphone saya hilang, saya sudah tertimpa musibah, handphone hilang, dompet hilang,” ucapnya.

Meskipun begitu, dokter tersebut mengaku telah menangani ayah korban yang menderita sakit paru-paru. Namun kini ia tidak lagi bekerja di Cabangbungin. Ia telah keluar dari Bekasi dan bekerja di salah satu rumah sakit di Cianjur.

Sumber: Republika

Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Ancam Sumut, Ini Peringatan BMKG
Prabowo: Indonesia Butuh Pertahanan Kuat di Tengah Gejolak Global
Penerimaan Murid Baru di Jakarta akan Dimulai Pekan Depan, Begini Mekanismenya
Tunjangan Perumahan DPRD DKI Rp 70 Juta per Bulan, Pengamat: Akal-akalan!
Polda Sumut Ungkap Komplotan Pencuri Bermodus Ganjal ATM Antarprovinsi
TAGGED:dokter di bekasi lecehkan pasiendokter lecehkan pasienpasien dilecehkan dokterpasien dilecehkan dokter rsud bekasipelecehan dokter kepada pasienpelecehan seksual
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Popular News
Nasional News

Hariff Defense dan PT Dahana Resmikan Sinergi untuk Teknologi Pertahanan

dimas
dimas
June 13, 2025
Pemprov Jakarta Berikan Bansos untuk 56.351 Penerima Baru, dari Lansia Hingga Anak
Penerjunan Bantuan Lewat Udara di Gaza Dinilai Berbahaya, Otoritas Serukan Pembukaan Perbatasan
Masyarakat Antusias Sambut Wajah Baru Blok M
Kuasa Hukum: Revelino Ayah Biologis dari Anak Lisa Mariana, Bukan Ridwan Kamil
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics

Categories

  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Pendidikan
  • Analysis
  • Bina Sarana Informatika
  • Jabodetabek Nusantara
  • Kalam
  • News Analysis
  • Dunia Kampus

About US

© 2025 My Indonesia Blog. All rights reserved. Empowering 20 million voices across the archipelago. your trusted source for independent, accurate, and impactful news. Stay informed. Stay inspired. Stay Indonesian.
Quick Link
  • Home
  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Analysis
  • Contact
Top Categories
  • The Escapist
  • U.K NewsHot
  • Entertainment
  • ES Money

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© 2025 My Indonesia Blog. All rights reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?