By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
My IndonesiaMy IndonesiaMy Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Analysis
  • Contact
Reading: Di Tengah Upaya AS Bantu Israel Serang Iran, OKI akan Gelar Sidang Khusus di Turki
Share
Font ResizerAa
My IndonesiaMy Indonesia
  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Categories
    • Nasional News
    • Internasional
    • Sport
    • Analysis
  • Contact
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Di Tengah Upaya AS Bantu Israel Serang Iran, OKI akan Gelar Sidang Khusus di Turki
Internasional

Di Tengah Upaya AS Bantu Israel Serang Iran, OKI akan Gelar Sidang Khusus di Turki

dimas
Last updated: June 22, 2025 10:23 am
dimas
Published: June 22, 2025
Share
SHARE

Blog Indonesia, ISTANBUL – Dalam tengah rencana Amerika Serikat untuk membantu Israel menyerang Iran, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan berkumpul di Turki untuk sidang khusus.

Akhirnya, Amerika Serikat mendukung Israel melakukan serangan militer terhadap Iran pada Ahad (22/6/2025). Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan memperluas konflik antara Iran dan Israel serta menimbulkan gejolak signifikan di kawasan Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam unggahan media sosial bahwa Amerika Serikat telah melakukan serangan “sangat sukses” terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, dan seluruh pesawat telah meninggalkan wilayah udara Iran. “Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Sidang khusus yang dihadiri seluruh anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan diadakan atas permintaan Iran, sebagai bagian dari Sidang ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri blok tersebut di Istanbul, menurut sumber diplomatik pada Sabtu.

Sesi khusus ini diminta oleh Iran tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Israel. Pertemuan tertutup dijadwalkan pada Sabtu malam, berdasarkan informasi dari sumber Kementerian Luar Negeri Turki.

Di tengah serangan Israel terhadap Gaza dan Iran yang berkelanjutan, Istanbul kembali menjadi tuan rumah acara penting yang menarik perhatian global ke Turki. Kota metropolitan Turki menjadi tuan rumah Sidang ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan tema “OKI di Dunia yang Bertransformasi.” Sebagai salah satu anggota pendiri OKI, Turki berkontribusi terhadap inisiatif-inisiatif di dalam organisasi tersebut dan juga menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatannya yang utama.

Sidang yang diselenggarakan oleh Turki ini diperkirakan akan menjadi pertemuan yang paling banyak dihadiri dalam sejarah OKI. Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang, yang mewakili rekor tingkat kehadiran yang tinggi dibandingkan sidang-sidang sebelumnya. Perwakilan dari negara-negara peserta meliputi 43 menteri dan lima wakil menteri.

Selain dihadiri perwakilan dari lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan OKI, pertemuan ini juga melibatkan partisipasi tingkat tinggi dari hampir 30 organisasi internasional.

Organisasi-organisasi tersebut antara lain Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Liga Arab, Dewan Kerja Sama Teluk, Kerja Sama Ekonomi Laut Hitam, Kelompok Negara-negara Berkembang Delapan (D-8), Organisasi Kerja Sama Ekonomi, Organisasi Negara-negara Turki, Organisasi Internasional untuk Migrasi, dan Organisasi Perdagangan Dunia.

OKI adalah sebuah organisasi antarpemerintah dengan 57 negara anggota yang memiliki perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa. OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) sebagai reaksi terhadap pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh Israel.

OKI mengubah namanya dari Organisasi Konferensi Islam pada 28 Juni 2011 pada saat pertemuan 38 menteri luar negeri di Astana, Kazakhstan.

Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan enam pesawat pengebom siluman B-2 di Guam, sebuah pulau di kawasan Mikronesia di Pasifik Barat.

Informasi ini dilaporkan pada Sabtu (21/6/2025) oleh Fox News, yang mengutip data pelacakan penerbangan dan komunikasi udara dengan pengatur lalu lintas udara.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Sabtu (21/6) memperingatkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam serangan Israel yang berkelanjutan terhadap Iran akan menjadi “sangat disayangkan” dan “sangat berbahaya bagi semua pihak.”

Pernyataan ini disampaikan Araghchi kepada awak media di Istanbul, menjelang Sidang ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Diplomasi pernah berhasil di masa lalu, dan bisa kembali berhasil. Namun untuk kembali ke jalur diplomasi, agresi harus dihentikan terlebih dahulu,” ujar Araghchi.

Ia menegaskan kesiapan Iran untuk melakukan negosiasi damai, seraya menambahkan, “Kami sepenuhnya siap untuk menyelesaikan (konflik) ini melalui jalur perundingan, seperti yang pernah terjadi pada tahun 2015.”

Araghchi menuding Israel sebagai pihak yang menolak upaya diplomatik, dengan mengatakan, “Israel secara terang-terangan menentang diplomasi.”

Ia kembali menekankan bahwa penghentian permusuhan merupakan syarat utama bagi kemajuan dalam proses diplomatik apa pun.

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Jumat (13/6), ketika Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal.

Otoritas Israel menyebutkan setidaknya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan balasan Iran.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa 430 orang tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Sumber: Republika

Kemenlu RI Sebut WNI di Iran dan Israel Aman, Tapi Rencana Evakuasi Sudah Disiapkan
Pengamat: Implikasi Global Perang Iran-Israel Cukup Serius
Setelah Ingin Caplok Gaza, Kini Israel Hendak Gulingkan Otoritas Palestina
Proyek Strategis Jabar Dimulai Semester II 2025
Elon Musk Sebut AS Bisa Terjerumus dalam ‘Perbudakan Utang’, Begini Analisisnya
TAGGED:agresi militer Israelahli nuklir rusia di iranamerika persenjatai israelas terlibat perang israel iraneskalasi perang iran israelliga arab berkumpul di turkimenlu oki kumpul di istanbulorganisasi kerja sama islamperang israel vs iran
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Popular News
Nasional News

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Perang di Mana-Mana

dimas
dimas
August 6, 2025
Sinergi Pendidikan dan Keluarga, UBSI Gelar Bincang Kampus Bersama Orang Tua Mahasiswa
Kenapa Sih Situs Gunung Padang Kontroversial?
Keluarga Juliana Marins Berencana Tempuh Jalur Hukum, Ini Respons TNGR
Hadiri Pertemuan OKI, Menlu RI Kembali Kutuk Serangan Israel ke Iran
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics

Categories

  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Pendidikan
  • Analysis
  • Bina Sarana Informatika
  • Jabodetabek Nusantara
  • Kalam
  • News Analysis
  • Dunia Kampus

About US

© 2025 My Indonesia Blog. All rights reserved. Empowering 20 million voices across the archipelago. your trusted source for independent, accurate, and impactful news. Stay informed. Stay inspired. Stay Indonesian.
Quick Link
  • Home
  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Analysis
  • Contact
Top Categories
  • The Escapist
  • U.K NewsHot
  • Entertainment
  • ES Money

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© 2025 My Indonesia Blog. All rights reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?