Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, memberikan apresiasi terhadap 482 ide yang diajukan oleh 1.894 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan.
Menyatakan bahwa ratusan gagasan yang dihasilkan melalui kompetisi Innovilleague ini menunjukkan keinginan kuat mahasiswa untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Menko PM, yang dijuluki ‘Cak Imin’, menekankan pentingnya ide-ide ini dalam percepatan pemerintah mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan.
‘Saya mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam memberikan kontribusi terkait penanggulangan kemiskinan. Gagasan kalian krusial untuk mempercepat penurunan kemiskinan melalui pemberdayaan,’ ujar Cak Imin.
Menko PM berharap mahasiswa yang belum masuk delapan besar tetap semangat mengembangkan diri. Lebih lanjut, Menko PM menyatakan bahwa kerja sama pemerintah dan mahasiswa sangat penting untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2026.
‘Kemenko PM akan terus menjembatani kolaborasi lintas sektor guna memastikan upaya pemberantasan kemiskinan berjalan secara partisipatif dan efektif,’ jelasnya.
Menko PM menjelaskan bahwa upaya pemberantasan kemiskinan yang partisipatif ini sejalan dengan instruksi presiden (Inpres) nomor 8/2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pemberantasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Ia menambahkan bahwa Inpres tersebut mengharuskan optimalisasi upaya pemberantasan kemiskinan dengan melibatkan partisipasi pihak-pihak di luar pemerintah. Menko PM menekankan bahwa mahasiswa akan terus dilibatkan karena pendidikan juga harus menjawab permasalahan di masyarakat.
Innovilleague, yang diselenggarakan oleh Depbid Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, merupakan kompetisi mahasiswa yang diprakarsai Kemenko PM. Kompetisi ini berbentuk inisiatif, gagasan, atau proyek pemberdayaan masyarakat desa, sebagai bentuk pelibatan publik dalam mengurangi kemiskinan.
Dalam kompetisi ini, Kemenko PM berkolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), MRPTNI, dan FRI. Sebanyak 1.894 mahasiswa berpartisipasi melalui 482 tim yang mengajukan gagasan pemberdayaan.
Dari 482 submisi, dilakukan seleksi ketat untuk memilih 15 besar yang kemudian mempresentasikan ide mereka secara daring di hadapan dewan juri. Dari 15 besar tersebut, 8 besar terpilih untuk melanjutkan pendalaman dan pengujian gagasan secara langsung pada 13 Agustus 2025 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pengumuman pemenang Innovilleague akan disampaikan pada acara puncak pada 14 Agustus 2025.





