Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan bahwa setelah melalui pemeriksaan mendalam, kegiatan wisata alam dan pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini dapat dilanjutkan kembali. Wisatawan mulai besok dapat menikmati keindahan alam Rinjani.
Kepala Balai TNGR NTB, Yarman, menyatakan bahwa pembukaan ini merupakan hasil evaluasi intensif dan perbaikan menyeluruh dalam pengelolaan pendakian di sekitar Gunung Rinjani. Perbaikan telah dilakukan pada jalur pendakian untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung.
Yarman menambahkan, ada beberapa poin penting yang perlu diketahui oleh wisatawan setelah standar operasional (SOP) pendakian direvisi, termasuk perubahan tingkat jalur (grade IV), rasio jumlah pemandu, serta sistem asuransi dan rencana kontingensi keselamatan. Selain itu, pembelian tiket harus dilakukan secara online melalui aplikasi yang telah ditetapkan.
Kebijakan ini akan terus dipantau secara berkala guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.
Sebelumnya, seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup mulai 1 Agustus 2025, sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi terkait penanganan insiden di Jalur Danau Segara Anak Rinjani. Penutupan ini berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 1 hingga 10 Agustus 2025.
Penutupan enam jalur pendakian tersebut tercantum dalam pengumuman resmi nomor PG.5/T.39/TU/KSA.04.01/B/07/2025. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan pada tanggal 22 Juli 2025.
Bagi para calon pendaki yang telah membeli tiket masuk (e-ticket) untuk periode 1 hingga 10 Agustus 2025, mereka dapat menjadwalkan ulang pendakian mereka selama sisa musim pendakian tahun 2025. Selain itu, pendaki dapat mengklaim pengembalian biaya tiket masuk dan asuransi jika mereka memutuskan untuk membatalkan rencana pendakian mereka di Gunung Rinjani.





