Kementerian Sosial akan segera melakukan evaluasi dan pencatatan warga yang terkena dampak banjir di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Upaya ini dipimpin langsung oleh Pak Mensos Saifullah Yusuf, dengan koordinasi intensif dengan BNPB, Dinas Sosial, Tagana, TNI-Polri, BPBD, serta perangkat daerah tingkat kecamatan dan desa.
Prioritas utama saat ini adalah memenuhi kebutuhan mendesak seperti kasur, selimut, perlengkapan bayi (kidsware), paket keluarga, pakaian layak pakai, tenda serbaguna, makanan, dan air bersih.
Hingga saat ini, sebagian besar warga masih mengungsi di tempat tinggal masing-masing. Berdasarkan informasi terbaru, banjir masih melanda jalanan dan permukiman warga dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 40 hingga 200 sentimeter.
Tim pemantauan debit air dan pengaturan lalu lintas, yang melibatkan Polres Ketapang, terus beroperasi di wilayah yang terendam banjir.
Kementerian Sosial mengimbau warga yang tinggal di daerah aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Banjir meluas sejak Jumat (20/6) hingga Sabtu (21/6) akibat curah hujan tinggi, dan telah meluas ke 12 desa, yaitu Desa Petai Patah, Muara Jekak, Sandai Kiri, Istana, Randau, Penjawaan, Pendamar Indah, Merimbang Jaya, Randau Jungkal, Demit, Sandai, dan Desa Alam Pakuan, serta berdampak pada 4.221 keluarga rumah tangga.





