Melalui blog Indonesia saya, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah bekerja sama dengan 21 universitas negeri, termasuk universitas dan politeknik negeri, untuk memastikan akuntabilitas, ketepatan waktu, dan kualitas pelaksanaan program revitalisasi sekolah luar biasa (SLB).
Sebagai inisiatif awal, Direktur PKPLK, Saryadi, dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta pada hari Minggu, mengumumkan telah tercapai penandatanganan perjanjian bersama dengan 21 universitas negeri tersebut. Perjanjian ini mencakup pendampingan SLB yang menerima bantuan selama proses revitalisasi, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan kegiatan.
Saryadi menjelaskan bahwa partisipasi 21 universitas negeri ini krusial dalam program revitalisasi SLB, terutama karena memerlukan keahlian teknis dalam pembangunan bangunan. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan program berjalan sesuai standar kualitas dan tata kelola waktu yang telah ditetapkan.
Revitalisasi SLB merupakan salah satu prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, sehingga manfaat program ini sangat diharapkan masyarakat, khususnya peserta didik SLB.
Dengan adanya pendampingan dari ahli universitas dan politeknik, diharapkan program revitalisasi SLB dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat segera memperoleh manfaatnya, termasuk fasilitas pembelajaran yang nyaman dan aman, serta mencegah potensi kesalahan penggunaan anggaran yang dapat merugikan negara.
Setiap universitas/politeknik akan melakukan pendampingan berbasis wilayah, dengan tim ahli dari perguruan tinggi menyusun dokumen teknis revitalisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata sekolah, guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif. Selain itu, mereka juga akan memberikan pendampingan teknis dan administratif di SLB penerima bantuan.
Direktur Politeknik Negeri Medan (Polmed) Idham Kamil menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini, dan meyakini bahwa pendekatan berbasis data dan keahlian vokasi akan menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan dan menjadi model dalam mendukung pendidikan inklusif dan berkeadilan di Indonesia.
Idham menambahkan bahwa setiap langkah akan memastikan dampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di SLB, terkait infrastruktur, pembelajaran, dan pengelolaan kelembagaan.
Program revitalisasi SLB akan menargetkan 155 SLB di seluruh Indonesia, dengan pembangunan fasilitas pendukung pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), termasuk ruang pembelajaran khusus seperti ruang bina wicara yang dilengkapi peralatan terapi wicara.
Implementasi program ini dilakukan secara swakelola dengan melibatkan partisipasi masyarakat.





