By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
My IndonesiaMy IndonesiaMy Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Analysis
  • Contact
Reading: Rekaman Kontroversial Bocor, Eks Kepala Intelijen Israel: Kematian 50 Ribu Warga Gaza Dibutuhkan
Share
Font ResizerAa
My IndonesiaMy Indonesia
  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Categories
    • Nasional News
    • Internasional
    • Sport
    • Analysis
  • Contact
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Rekaman Kontroversial Bocor, Eks Kepala Intelijen Israel: Kematian 50 Ribu Warga Gaza Dibutuhkan
Nasional News

Rekaman Kontroversial Bocor, Eks Kepala Intelijen Israel: Kematian 50 Ribu Warga Gaza Dibutuhkan

dimas
Last updated: August 19, 2025 9:02 am
dimas
Published: August 19, 2025
Share
SHARE

Sebuah rekaman audio kontroversial yang melibatkan mantan kepala intelijen militer Israel bocor. Rekaman tersebut berisi pernyataan yang menyatakan bahwa kematian puluhan ribu warga Palestina di Gaza, yang terjadi sejak 7 Oktober, dianggap sebagai sebuah kebutuhan untuk generasi mendatang. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa untuk setiap korban yang terjadi pada 7 Oktober, 50 warga Palestina harus mati.

Mayor Jenderal Aharon Haliva, yang menjabat sebagai kepala intelijen militer Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 saat Hamas melancarkan serangan di Israel selatan, kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada April 2024. Rekaman tersebut, yang tampaknya merupakan fragmen percakapan dengan Haliva, memicu kontroversi dan menimbulkan kritik terhadap tindakan militer Israel.

Haliva menyalahkan kepemimpinan politik Israel dan badan keamanan Shin Bet karena meyakini Hamas tidak akan melakukan serangan. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran tentang tanggung jawab atas peristiwa 7 Oktober dan dampak dari peristiwa tersebut.

Rekaman tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai interpretasi dan dampaknya. Channel 12 Israel tidak mengidentifikasi orang yang berbicara dengan Haliva, dan Haliva sendiri meminta maaf atas rekaman tersebut, menyebutnya sebagai “fragmen-fragmen yang tidak lengkap” yang tidak dapat mencerminkan gambaran utuh, terutama terkait isu-isu yang sangat rahasia.

Pernyataan Haliva, yang menyebutkan perlunya “Nakba” (bencana) untuk merasakan akibatnya, mengacu pada peristiwa 1948 ketika sekitar 700 ribu warga Palestina diusir dari rumah mereka. Klaim mengenai jumlah korban tewas di Gaza, yang melebihi 50 ribu pada Maret, terus menjadi bahan perdebatan dan kritik internasional.

Hamas mengecam pernyataan Haliva, menyebutnya sebagai “kejahatan terhadap rakyat kami,” sementara laporan Komite Perserikatan Bangsa-Bangsa November lalu menuduh tindakan Israel di Gaza memenuhi karakteristik genosida. Tuduhan genosida juga datang dari kelompok hak asasi manusia Israel, sementara Israel terus membantah tuduhan tersebut, dengan menyatakan bahwa mereka bertindak sesuai hukum internasional.

Kritik internasional terhadap perang di Gaza dan rencana Israel untuk menduduki Kota Gaza semakin meningkat, dengan tokoh-tokoh seperti Perdana Menteri Selandia Baru dan Denmark menyampaikan kekhawatiran mereka.

Sumber: Republika

RS Hermina Jatinegara Terbakar, Semua Pasien Dievakuasi
Ombudsman: Pungli SPMB Masih Marak
Kumpulkan Semua Menteri di Hambalang, Prabowo Bahas Masalah Global Hingga Pendidikan
Polisi Bubarkan Pengunjuk Rasa di Pati dengan Alasan Sulit Dikendalikan
Singgung Perempuan Glowing Masa Kini, Megawati: Boleh Mejeng, tapi Harus Pintar
TAGGED:agresi gazaaksi bela palestinabantuan ke jalur gazaisrael gempur gazaisrael serang gazakematian warga palestina
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Popular News
Nasional News

Mahasiswa Bobol Gerbang Polda Metro Jaya saat Sampaikan Orasi

dimas
dimas
August 29, 2025
Pertahanan Udara Israel Kewalahan, Gagal Deteksi Rudal Iran
Jadi Magnet Baru Jakarta, Blok M Hub Diserbu 12 Ribu Orang Akhir Pekan
Jelaskan Kronologi OTT di Sumut, KPK: Ini Bukan Akhir, Tetapi Pintu Awal
Kodifikasi RUU Pemilu, Pusat Studi Konstitusi Unand: Agar Sistem Pemilu Terintegrasi
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics

Categories

  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Pendidikan
  • Analysis
  • Bina Sarana Informatika
  • Jabodetabek Nusantara
  • Kalam
  • News Analysis
  • Dunia Kampus

About US

© 2025 My Indonesia Blog. All rights reserved. Empowering 20 million voices across the archipelago. your trusted source for independent, accurate, and impactful news. Stay informed. Stay inspired. Stay Indonesian.
Quick Link
  • Home
  • Nasional News
  • Internasional
  • Sport
  • Analysis
  • Contact
Top Categories
  • The Escapist
  • U.K NewsHot
  • Entertainment
  • ES Money

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© 2025 My Indonesia Blog. All rights reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?